Pembuat Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Akhirnya Ditangkap

Pelaku pembuat hoaks akhirnya ditangkap polisi
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).(Foto : Reza Jurnaliston)

JAKARTA – Seorang pelaku pembuat rekaman hoaks tentang tujuh kontainer yang mengangkut surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara akhirnya ditangkap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku berinisial B itu ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/1).

“Tersangka atas nama B ditangkap di Bekasi saat ini sedang dalam proses pemeriksaan di Bareskrim Polri,” ujar Dedi saat dikonfirmasi.

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Siber Bareskrim Polri. Namun, identitas serta motif B membuat hoaks tersebut belum dijelaskan secara detail oleh Dedi.

Untuk informasi detail terkait penangkapan pelaku pembuat konten hoaks tersebut akan nanti disampaikan, kata Dedi.

Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto dan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal akan menyampaikannya dalam konferensi pers, Rabu )9/1).

Berita hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebut beredar melalui beberapa kanal media sosial seperti Youtube dan Whatsapp.

Hoaks tersebut berupa rekaman suara seorang lelaki yang menyatakan:

“Ini sekarang ada tujuh kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya”.

Setelah pihak KPU dan Bawaslu melakukan pengecekan bersama pihak Bea Cukai, informasi tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebut sudah dipastikan adalah hoaks.