Pemainnya Tak Diikutkan Dalam Piala AFF 2018, Pelatih PSM Bingung

Robert Alberts (pelatih PSM)

Tak ada tim yang ingin pemainnya tidak diikutsertakan dalam suatu ajang yang cukup bergengsi terutama untuk membela tim nasional negaranya. Seperti yang telah diketahui kalau Timnas Indonesia akan mengikuti ajang Piala AFF 2018 yang akan di gelar dalam waktu dekat.

Pelatih Timnas pun sudah mengumumkan nama-nama pemain yang akan diikutsertakan dalam Timnas Indonesia.

Terkait daftar pemain yang dipanggil oleh Timnas Indonesia, Robert Alberts selaku pelatih dari tim PSM Makassar merasa bingung. Hal tersebut lantaran tidak ada satupun pemain PSM Makassar yang dipanggil untuk mengikuti pelatnas untuk persiapan Piala AFF 2018.

Menurutnya, klub yang sedang berada di puncak klasemen liga pasti ada salah satu pemainnya yang dipanggil untuk bergabung dalam tim nasional. Hal ini berlaku untuk seluruh tim yang ada di berbagai belahan dunia.

“Ada apa dengan sepakbola Indonesia. Anda lihat di Inggris, Spanyol, Jerman dan Italia, klub pemimpin liga pasti menyumbang pemain untuk timnas,” tegas Robert kepada awak media usai latihan rutin PSM di Stadion Andi Mattalatta, Kamis (1/11).

Robert menambahkan kalau PMS adalah salah satu tim yang paling konsisten mempertahankan posisi di papan atas klasemen liga.

“Kami mencapai hasil ini berkat kerja keras yang diperlihatkan pemain sepanjang musim,” terang Robert.

Menurutnya kalau mengacu pada pemanggilan pemain ke timnas, PSM sejajar dengan PSMS Medan, Perseru Serui dan PS Tira, klub yang saat ini berada di zona degradasi.

“Tidak usah bicara tim papan atas, PSM tidak lebih baik dari Srwijaya, Mitra Kukar, Persela Lamongan atau Mitra Kukar yang pemainnya terpanggil masuk timnas,” sindir Robert.

Tidak sampai disitu saja, Robert kembali memberikan kritik kepada Liga 1 2018 yang tidak sejalan dengan persiapan di Piala AFF 2018. Dimana pelaksanaan Piala AFF 2018 bersamaan dengan pekan-pekan terakhir.

“Sangat manusiawi kalau ada pemain yang memikirkan kondisi yang dialami timnya saat membela timnas. Mereka sudah berjuang bersama klub tapi harus menghentikannya di pengujung kompetisi. Situasi ini jelas tidak menguntungkan timnas dan liga itu sendiri,” terang Robert.

Seharusnya Liga 1 sudah harus berakhir saat¬†Piala AFF 2018¬†digelar, ungkap Robert. “Selain pemain bisa fokus, ada kebanggaan tersendiri bisa membela timnas,” pungkas Robert.