Penganut Teori Bumi Datar Kenalkan Konsep Baru : Teori Bumi Donat

Teori Bumi Donat
Teori Bumi Donat

Kita bisa saja keliru apabila mempercayai bahwa Bumi tempat kita tinggal ini sebenarnya berbentuk datar. Terutama apabila kita hidup pada zaman dahulu.

Akan tetapi, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang sudah dibangun manusia selama puluhan bahkan ratusan abad, kini kita mulai kembali mempertanyakan kebenaran hal tersebut.

Apabila memang benar bumi itu datar, mengapa sampai saat ini belum ada manusia yang berhasil menemukan ujungnya?
Selanjutnya ketika zaman sudah mulai mengarah kearah yang modern seperti saat ini, manusia pun sudah mampu menciptakan teknologi.

Teknologi tersebut mampu mengantarkan mereka ke luar angkasa hingga menciptakan perangkat lainnya seperti satelit dan teleskop.

Dengan kemajuan teknologi, manusia kini mampu mengambil gambar dari Bumi yag memperlihatkan bentuknya yang sebenarnya bulat.

Meskipun bumi sudah terbukti berbentuk bulat, namun tidak menutup kemungkinan kalau kita masih saja menemukan orang-orang dengan pola pikir yang berbeda. Mereka adalah beberapa orang yang mempertahankan asumsi atau hipotesis bahwa bumi berbentuk datar.

Kali ini penganut teori Bumi datar akan mengenalkan ide atau konsep baru mereka yaitu Teori Bumi Donat!, terdengar lucu, tapi tunggu dulu, simpan dulu olok-olok kita. Berikut adalah penjelasannya.

Teori Bumi Donat itu diajukan di sebuah forum diskusi Flat Earth Society oleh salah satu anggota perintisnya yaitu Varaug.

Dilansir dari ladbible.com, Varaug berkata:

“Saya memiliki teori bahwa Bumi sebenarnya berbentuk torus (bentuk donat). Namun, cahaya melengkung sehingga kita tidak bisa membuktikannya.”

Pada saat kita melihat ke seberang, cahaya akan tampak berkurang saat bergerak. Dan pada saat cahaya mencapai atmosfer, cahaya tersebut berkurang karena direfleksikan.

Cahaya tersebut kemudian akan bersentuhan dengan sudut atmosfer yang lain dan begitu seterusnya sehingga ia akan melengkung setiap waktu.

Itulah sebabnya, lubang donat tidak pernah ditemukan.

Ketika disinggung mengenai bagaimana proses terjadinya siang dan malam pada lubang donat, Varaug menjawabnya lewat sebuah perumpamaan dalam bentuk eksperimen.

Varaug meminta kita untuk meletakkan sebuah obor secara horizontal di atas meja dan kemudian menyalakan obor tersebut.

Selanjutnya yaitu letakkan donat di sisi obor dengan lubang donat tegak lurus dengan obor. Sisi yang diterangi obor ialah siang hari.

Lebih dari 24 jam, donat melakukan satu revolusi lengkap.

Ketika donat berputar setengah jalan (dalam hal ini ketika Matahari mengelilingi Bumi) berarti ia telah mengalami perputaran selama 12 jam.

Begitu pula dengan cara kerja gravitasi, Bumi Donat mengadopsi cara yang sama seperti yang berlaku pada Bumi Bulat.
Setelah mendengar penjelasan mengenai Teori Bumi Donat tersebut, bagaimana menurut Anda? Apakah penjelasan tersebut cukup masuk akal untuk dapat diakui sebagai dasar teori Bumi Donat ini?

Ataukah sudah mulai serius memikirkan teori ini atau ingin tetap mengolok-olok temuan baru mereka tersebut?