Kehadiran Go-Jek Ditolak di Filipina, Begini Alasannya

Go-Jek ditolak di Filipina
Ilustrasi aplikasi Go-jek. Go-jek.com

Jakarta – Kehadiran Go-Jek ditolak di Filipina. Pihak regulator transportasi Filipina menolak pengajuan dari pihak Go-Jek untuk beroperasi di Filipina. Hal tersebut dikarenakan Go-Jek tidak memenuhi syarat tentang kepemilikan perusahaan.

Unit usaha Go-Jek di Filipina ternyata dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan asal Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh The Land Transportation Franchising and Regulatory Board, Dewan Regulator dan Waralaba Transportasi Darat, Velox Technology Phillipines Inc.

Pasalnya, konstitusi Filipina membatasi kepemilikan asing untuk industri tertentu sebesar 40 persen. Sementara Go-Jek dengan unit usahanya yaitu Velox dianggap tidak memenuhi syarat untuk berbisnis di Filipina.

“Tidak sesuai dengan persyaratan kewarganegaraan dan aplikasi tidak terbukti sesuai dengan peraturan kami,” kata Martin Delgra, Ketua Dewan Regulator dan Waralaba Transportasi Darat, seperti dikutip dari Channel News Asia, 9 Januari 2019.

Juru bicara Go-Jek mengatakan kalau pihaknya melanjutkan kerja sama secara positif dengan Dewan Regulator dan Waralaba Transportasi Darat dan badan pemerintah Filipina terkait.

Apabila Go-Jek tidak dapat beroperasi di Filipina, maka hal tersebut akan mempermulus langkah Grab untuk berbisnis di Filipina.

Perusahaan yang berpusat di Malaysia tersebut kini menggandeng perusahaan lokal Filipina yaitu MyTaxi.PH.Inc.
Grab menjadi perusahaan jasa transportasi online terbesar di Filipina.

“Karena kami bermaksud menyediakan solusi transportasi yang sangat dibutuhkan orang Filipina,” ujar juru bicara Go-Jek.

Go-Jek memulai bisnis transportasi online sejak tahun 2011 dan telah mengembangkan layanannya. Selain bergerak di bidang transportasi, Go-Jek juga menyediakan layanan antar jemput produk/barang, pembelian dan pengantaran makanan, serta jasa laundry dan pemijatan tubuh.

Tahun lalu,Go-Jek menginvestasikan dana sebesar US$ 500 juta untuk mengembangkan bisnisnya ke Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina.