Forbes Indonesia Rilis Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia 2018

Daftar 10 orang terkaya Indonesia menurut Forbes
Adapun daftar sepuluh orang terkaya di Indonesia versi Forbes, pertama ditempati oleh R. Budi and Michael Hartono dengan total kekayaan USD 35 miliar. Kedua, ditempati oleh Susilo Wonowidjojo dengan kekayaan USD 9,2 miliar. Ketiga ditempati oleh Eka Tjipta Widjaja dengan kekayaan USD 8,6 miliar

Forbes Indonesia telah merilis daftar 10 orang terkaya atau rich list yang ada di Indonesia sepanjang tahun 2018. Jika dijumlahkan, total aset bersih dari 10 orang terkaya ini mencapai USD 129 miliar dimana mengalami peningkatan USD 3 miliar dibanding tahun 2017.

Di urutan pertama daftar 10 orang terkaya Indonesia menurut Forbes yaitu ditempati oleh R. Budi dan Michael Hartono dengan total kekayaan sebanyak USD 35 miliar.

Di urutan kedua ditempati oleh Susilo Wonowidjojo dengan total kekayaan sebesar USD 9,2 miliar.

“Ketiga ditempati oleh Eka Tjipta Widjaja dengan kekayaan USD 8,6 miliar. Keempat, oleh Sri Prakash Lohia dengan kekayaan 7,5 miliar. Lalu kelima oleh Anthoni Salim kekayaan USD 5,3 miliar,” demikian dikutip dari keterangan resmi Forbes, Jakarta, Kamis (13/12).

Di peringkat keenam ditempati oleh Tahir dengan nilai kekayaan sebesar USD 4,5 miliar. Selanjutnya ada pemilik Transmedia yaitu Chairul Tanjung yang menempati posisi ketujuh dengan kekayaan sebesar USD 3,5 miliar.

Di urutan ke delapan ditempati oleh Boenjamin Setiawan dengan total kekayaan sebanyak USD 3,2 miliar. Sementara di urutan sembilan ditempati oleh Jogi Hendra Atmadja dengan angka kekayaan sebesar USD 3,1 miliar.

Di posisi kesepuluh ditempati oleh Prajoga Pangestu dengan total kekayaan sebesar USD 3 miliar.

Daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes tersebut disusun berdasarkan informasi kepemilikan saham. Selain itu juga berdasarkan informasi keuangan yang diperoleh dari keluarga dan individu, bursa efek, laporan tahunan dan analis.

Nilai aset yang tercantum tersebut mencakup kekayaan individu dan keluarga termasuk kekayaan bersama antara pendiri perusahaan dan kerabat keluarga terdekat.

“Nilai aset dari perusahaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan kurs pada 30 November 2018. Nilai aset perusahaan swasta dinilai berdasarkan nilai perusahaan serupa yang tercatat di bursa.”